Kajian Jaringan Utilitas Air Bersih, Air Kotor, dan Air Bekas di Kawasan Pesisir (Studi Kasus: Pantai Pukan)
DOI:
https://doi.org/10.33019/j1y4xx35Keywords:
perancangan kawasan pesisir, jaringan air bersih, jaringan air kotor, jaringan air bekas, pantai pukanAbstract
Pantai Pukan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan kawasan wisata pesisir dengan tingkat kunjungan yang tinggi. Namun, kondisi jaringan utilitas air bersih, air kotor, dan air bekas di kawasan ini masih belum tertata secara memadai. Penyediaan air bersih yang mengandalkan sumur galian dan sumur bor belum memenuhi standar jarak aman terhadap septic tank, sehingga menimbulkan risiko pencemaran air tanah. Selain itu, sistem pengelolaan air kotor masih menggunakan septic tank konvensional yang kurang efektif pada kondisi tanah berpasir, sementara air bekas dari aktivitas domestik sebagian besar dialirkan langsung ke laut tanpa proses pengolahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara, dan kajian literatur teknis untuk menilai kondisi eksisting serta merumuskan strategi perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan perlunya perancangan jaringan utilitas terpadu yang sesuai standar, meliputi penataan ulang sumber air bersih, penerapan septic tank kedap dengan biofilter, pembangunan IPAL komunal berbasis Anaerobic Baffled Reactor (ABR), serta pemanfaatan sistem constructed wetlands untuk mengolah air bekas. Integrasi sistem ini diharapkan mampu menekan risiko pencemaran perairan pesisir, meningkatkan kualitas lingkungan, dan mendukung keberlanjutan aktivitas wisata di Pantai Pukan.

