Perancangan Zonasi Kawasan Wisata Pesisir dengan Pendekatan Pola Spasial di Pantai Pukan Bangka Belitung

Authors

DOI:

https://doi.org/10.33019/8zdwrg95

Keywords:

Pesisir, Pendekatan Spasial, Pantai Pukan, Perancangan Zonasi, Wisata Pesisir Berkelanjutan

Abstract

Pantai Pukan di Bangka Belitung memiliki potensi ekowisata yang signifikan untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata pesisir berkelanjutan. Namun, belum adanya perencanaan zonasi yang komprehensif menyebabkan pemanfaatan ruang belum terarah dan berpotensi mengancam kelestarian lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan perancangan zonasi kawasan wisata pesisir berbasis pendekatan pola spasial yang mampu mengintegrasikan fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi sesuai prinsip blue economy. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan masyarakat dan pemangku kepentingan, serta analisis spasial berdasarkan peta Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola spasial clustered merupakan pendekatan paling optimal karena mampu mengelompokkan fungsi ruang secara efektif dan berkelanjutan. Zonasi yang dihasilkan terbagi ke dalam delapan zona utama, yaitu zona sarana dan prasarana, komersial, utilitas, akomodasi wisata, ruang terbuka hijau, rekreasi, olahraga, dan ruang publik. Rancangan zonasi ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan ekowisata pesisir yang berkelanjutan, adaptif, dan berbasis kebutuhan masyarakat lokal.

Downloads

Published

2026-05-02